Jumat, 28 Januari 2011

2010, Nokia Masih Rajai Smartphone

Muhammad Chandrataruna
Jum'at, 28 Januari 2011, 18:37 WIB




Nokia C5-03 (GSM Arena)


VIVAnews - Jika Anda pikir Research In Motion (RIM) atau Apple sebagai produsen ponsel pintar tersukses di tahun 2010, Anda salah. Karena, ternyata Nokia masih menguasai pangsa pasar smartphone secara global.

Menurut riset terbaru Strategy Analytics, di akhir tahun lalu, Nokia masih menguasai 34,2 persen pangsa pasar, dibandingkan RIM hanya sekitar 16,7 persen dan Apple sekitar 16,2 persen.

Dalam periode yang sama, vendor ponsel asal Finlandia itu berhasil mencatat tonggak sejarah baru sebagai produsen pertama yang berhasil memasarkan 100,1 juta unit smartphone secara global. Pencapaian ini dinilai fantastis karena sepanjang tahun 2010, ia berhasil mengapalkan 32,3 juta unit smartphone.

Sementara RIM, di saat yang sama, mampu mengapalkan sekitar 48,8 juta unit BlackBerry, meningkat signifikan ketimbang akhir tahun 2009 sekitar 34,5 juta unit. Begitu pun rival terdekatnya, Apple, dilaporkan telah mengapalkan 47,5 juta unit dari 25,1 juta unit di tahun 2009.

Secara menyeluruh, pengiriman smartphone secara global tumbuh 75 persen dan mencatat rekor baru penjualannya, yakni 94 juta unit per kuartal keempat tahun 2010. RIM masih mantap di posisi dua, sementara Nokia, meski masih menjadi 'raja', performanya terus memburuk.

"Di akhir tahun lalu, Apple lagi-lagi menjadi merk yang pertumbuhannya paling impresif dibandingkan dua merk besar lainnya. Di kuartal empat, Apple bahkan mampu melampaui penjualan RIM, walaupun secara total ia masih sulit untuk menggesernya dari posisi kedua," kata Tom Kang, direktur Strategy Analytics, yang dikutip VIVAnews dari Cellular News, Jumat 28 Januari 2011.

"Sepanjang tahun 2010, penjualan smartphone global mencapai 293 juta unit, naik hampir dua kali lipat dari tahun 2008 yang mencapai 151 juta dan 175 juta di tahun 2009. 3 vendor raksasa, termasuk Nokia, RIM, dan Apple masih mendominasi pasar hingga 2010, yang mana kombinasi pangsa pasar mereka bisa menyentuh 63 persen sendiri di tahun 2010. Ponsel-ponsel Android seperti Samsung, Motorola, HTC, dan Sony Ericsson terus mengancam posisi ketiga vendor raksasa," imbuh Neil Mawston yang juga menjabat sebagai direktur di Strategy Analytics.
• VIVAnews

2012 MotoGP Diikuti 22 Pebalap

Kamis, 27 Januari 2011 | 19:30 WIB


KOMPAS.com - Bos Dorna (pelaksana balap MotoGP), Carmelo Ezpeleta menjamin kalau musim balap 2012 akan diikuti 22 motor dibandingkan 2001 yang akan melepas 17 starter. Lonjakan ini dikarenakan diterapkannya regulasi baru, dari mesin 800 cc (sekarang) menjadi 1.000 cc.

Tak cuma itu. Mesin produksi pun diizinkan dipakai balap. Tujuan perubahan ini untuk mengurangi anggaran dan meningkatkan partisipasi peserta.

"Tantangan bagi kita tahun depan, bagaimana membuat kejuaraan yang lebih ekonomis bagi tim, terutama untuk tim independen (bukan pabrikan)," ungkap Ezpeleta. Ia yakin akan diikuti sedikitnya 22 pebalap dari hasil pembicaraannya dengan orang-orang di sekitar MotoGP.

Bahkan, lanjutnya, pihaknya sudah mempunyai beberapa tim pabrikan yang lama maupun baru telah menunjukkan minatnya untuk tampil. "Namun, tidak bisa 100 persen diungkap sekarang," sebut Ezpeleta.

Mengenai singgungan dengan kejuaraan dunia superbike (SBK) karena 1.000 cc, Ezpeleta menegaskan pihaknya (Dorna) tidak ada konflik dengan promotor SBK Infront.

"Kami mengikuti kontrak dengan FIM dan tidak ada masalah. Diskusi soal (apa yang) prototipe dan bukan prototipe bukan menjadi tugas kami. Tidak ada yang dapat mengatakan kalau salah satu motor yang tampil di MotoGP bukan prototipe," tegas Ezepeleta.

Penulis: Sabastian
Editor: Bastian autosport
Sumber :

Persib Tunda Kepindahan ke LPI

umat, 28 Januari 2011 | 00:54 WIB


Liga-Indonesia.co.id

BANDUNG, KOMPAS.com — Manajemen Persib Bandung menunda kepindahan ke Liga Primer Indonesia (LPI). Alotnya tarik-ulur di lingkup internal klub tersebut membuat Persib menunda keputusan apakah akan bergabung ke LPI atau ISL hingga Februari.

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S Taryono, Kamis (27/1/2011), mengatakan, sebenarnya pihaknya telah mendapatkan dukungan untuk bergabung ke LPI dari Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf serta para suporter Persib, yakni Bobotoh Viking. Namun, ia menyatakan, keputusan terakhir harus melalui mekanisme rapat internal PT PBB.

"Prinsipnya begini, apresiasi dari Pak Wagub Jawa Barat, termasuk dari pendukung (bobotoh) dan yang lainnya, ini jadi input bagi kita. Tetapi, keputusannya memang tetap berada di bawah internal PT PBB. Saya sih berharap secepatnya, mudah-mudahan di awal (bulan depan) sudah ada keputusan yang konkret," ungkap Kuswara S Taryono seperti dilansir situs bobotoh, Kamis.

Kuswara S Taryono mengatakan, di internal PT PBB terdapat dua kubu, yakni kubu yang menginginkan Persib pindah ke LPI dan kubu yang menginginkan Persib tetap bertahan di ISL.

Kubu yang setuju beralasan bahwa selama ini Persib sering dirugikan oleh keputusan wasit-wasit ISL. Akibatnya, meskipun memiliki materi bagus, Persib jarang memenangkan pertandingan.

Terakhir, ulah wasit yang merugikan Persib terjadi pada laga melawan Arema Indonesia di Stadion Siliwangi. Partai yang berakhir 1-1 tersebut sempat berlangsung rusuh setelah wasit memimpin pertandingan dengan sangat buruk.

Sementara kubu yang menginginkan Persib bertahan di ISL khawatir jika Persib pindah ke LPI maka akan ada sanksi dari PSSI, seperti yang terjadi pada Persema Malang, Persibo Bojonegoro, dan PSM Makassar. Selain itu, mereka juga khawatir para pemain langganan timnas, seperti Cristian Gonzales dan Eka Ramdani, akan dicoret jika klubnya bergabung ke LPI.
Sumber : tribunnews.com

Park Ji-sung Pensiun dari Timnas

Sabtu, 29 Januari 2011 | 03:04 WIB




AFP/Adrian Dennis
Park Ji-sung (kiri) dan rekannya Lee Young-pyo sama-sama pensiun dari timnas Korea Selatan.


DOHA, KOMPAS.com — Kapten tim nasional Korea Selatan (Korsel), Park Ji-sung, akhirnya benar-benar pensiun dari tugas negaranya. Partai Korsel melawan Jepang di laga semifinal Piala Asia 2010, merupakan partainya yang ke-100, sekaligus laga terakhir Park di kancah internasional.

Selain Park, Lee Young-pyo juga mengundurkan diri. Park tidak ikut tampil saat Korsel menghadapi Uzbekistan dalam perebutan tempat ketiga Piala Asia 2011.

"Park dan Lee pensiun hari ini. Saya ingin mengatakan bahwa mereka sudah melakukan pekerjaan yang hebat. Saya mencintai mereka berdua," kata pelatih timnas Korsel, Cho Kwang-rae.

"Akan lebih baik jika saya bisa menjaga mereka dan meyakinkan keduanya untuk tetap bertahan. Tapi, para pemain sudah melakukan yang terbaik dan kami harus menerima keputusan mereka. Saya yakin penggemar sepak bola Korsel ingin mengucapkan terima kasih atas kontribusi mereka," tambahnya.

Park memang sudah merencanakan pensiun sejak lama. Dia juga menegaskan, Piala Asia 2011 adalah penampilan terakhirnya bersama timnas Korsel.

Ia membuat debut internasionalnya pada tahun 2000. Ia menjadi salah satu bagian tim kala Korsel menembus babak semifinal pada Piala Dunia 2002 di kandang sendiri. Pemain Manchester United ini juga masih menjadi andalan kala Korsel bermain pada Piala Dunia 2006 dan 2010.

Kini, Park mulai fokus membawa MU meraih sukses. "Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk klub saya dan untuk tim memenangkan segalanya," kata Park. (AP)

Senin, 24 Januari 2011

Raja Ampat Si Mutiara Timur



ALAM elok dan sumber alam melimpah di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat. Taman lautnya menjadi ”surga” bagi para penyelam. Mutiara-mutiara yang indah terkandung di dalam lautnya. Bumi Raja Ampat juga menyimpan nikel.

Aneka ragam satwa hidup di sana. Tersebutlah nuri kepala hitam (Lorius lory) dan kakaktua raja (Probosciger aterrimus). Begitu juga aneka flora tumbuh, seperti anggrek hutan, kantong semar (Nepenthes mirabilis), sarang semut (Myrmecodia jack), dan benalu yang berkhasiat untuk obat.

Raja Ampat awalnya merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Kerajaan Tidore yang terbagi dalam empat wilayah kerajaan kecil, yaitu Waigeo, Batanta, Misool, dan Salawati.

Setiap wilayah itu merupakan wilayah kepulauan kecil-kecil yang tersebar di bagian barat wilayah Kepala Burung di Papua Barat yang berbatasan dengan Kepulauan Maluku.

Dari pulau-pulau tersebut, hanya beberapa yang berpenghuni sepuluh suku asli setempat. Salah satunya di Distrik Kabui, yang terletak di Selat Kabui. Di sini tinggal sekitar 40 keluarga yang berpenghidupan sebagai nelayan.

Mereka hidup bersahaja dalam kelimpahan kekayaan alam. Anak-anak bermain ceria dalam kebersahajaan hidup. (Rony Ariyanto Nugroho).

Pasar Mobil Indonesia 2011 Menguat



JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga penelitian Forst & Sullivan memprediksi total penjualan otomotif di Indonesia pada 2011 menguat tipis 4,3 persen menjadi 797.258 unit dari tahun sebelumnya. Peluncuran model-model baru menjadai pendukung pencapaian itu, selain juga kestabilan perekonomian stabil terhadap kendaraan komersil.

"Model facelift dan baru seperti Honda Jazz facelift, Suzuki Kizashi dan Alto yang akan diluncurkan tahun ini bisa menopang penjualannya," papar Vivek Vaidya, Asian Pasific Vive President, Automotive & Transportation Practice Frost & Sullivan di Jakarta, hari ini (25/1/2011).

Selain itu, menurutnya, populasi kaum muda Indonesia yang signifikan mampu mendorong pertumbuhan penjualan dalam jangka panjang.

Pertumbuhan mobil penumpang (passanger car) kemungkinan besar tumbuh 4,1 persen menjadi 563.933 unit dan masih mendominasi penjualan dengan sumbangan 70,7 persen. Sedangkan kendaraan komersial naik 4,5 persen jadi 233.325 unit.

Namun, Vidya memperingatkan ada beberapa faktor yang bisa menggoyahkan penjualan antara lain, penerapan pajak progresif dan pajak bea balik nama, kebijakan pembatasan kendaraan, serta inisiatif pemerintah mengembangkan Bus Rapid Transit (Transjakarta) atau moda transportasi massal.

Penulis: Sabastian
Editor: Bastian

Pemain Timnas Indonesia.


Pemain Indonesia, Oktovianus Maniani (kiri) dan Firman Utina (kapten), melakukan selebrasi dengan hormat ke arah penonton usai memasukkan gol ke gawang Laos dalam Piala Suzuki AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (4/12/2010). Indonesia menang 6-0.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gelandang Oktovianus Maniani mengaku belum siap mengemban ban kapten tim nasional Pra-Olimpiade. "Saya belum bisa," jelas Okto usai mengikuti sesi latihan timnas Pra-Olimpiade di Lapangan C, Selasa (25/1/2011).

Okto menjadi salah satu pemain dari tiga pemain yang tidak perlu mengikuti seleksi yang digelar 7-13 Januari lalu. Gelandang Sriwijaya FC itu bersama Kurnia Meiga dan Yongky Aribowo otomatis lolos mengikuti pelatnas timnas Pra-Olimpiade.

Okto secara pengalaman tentunya lebih matang dibandingkan pemain-pemain lainnya. Gelandang berusia 20 tahun itu tampil impresif ketika membela pasukan "Merah Putih" pada Piala AFF 2010. Dengan bekal pengalamannya tersebut, bukan tidak mungkin pemain asal Papua tersebut akan diadaulat pelatih Alfred Riedl menjadi kapten tim.

Namun, Okto mengaku belum layak menyandang ban kapten. "Aku masih harus banyak belajar lagi karena pemain yang menjadi kapten bukan orang biasa. Dia harus spesial," terang Okto.

Lalu ketika ditanya wartawan siapa yang pantas menjadi kapten, Okto menjawab,"Tergantung pelatih memilih siapa".